Smart Statistik

Seputar Satistik dan Perancangan Percobaan

Uji LSD (BNT)

Uji BNT merupakan prosedur pengujian perbedaan diantara rata-rata perlakuan yang paling sederhana dan paling umum digunakan.  Metode ini diperkenalkan oleh Fisher (1935), sehingga dikenal pula dengan Metoda Fisher’s LSD [Least Significant Difference].  Untuk menggunakan uji BNT, atribut yang kita perlukan adalah nilai kuadrat tengah galat (KTG),   taraf nyata,  derajat bebas (db) galat, dan tabel t-student untuk menentukan nilai kritis uji perbandingan.

Dalam penggunaan uji ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Gunakan uji LSD apabila uji F dalam Analisis Ragam signifikan
  2. Prosedur LSD akan mempertahankan taraf nyata ≤ 0.05 hanya jika pembandingan semua kombinasi pasangan nilaitengah perlakuan ≤ 3 perlakuan
  3. Gunakan uji LSD untuk pembandingan terencana tanpa memperhatikan banyaknya perlakuan.  Misalnya apabila kita ingin membandingkan semua rata-rata perlakuan dengan kontrol, uji LSD dapat digunakan meskipun lebih dari 3 perlakuan.

About these ads

23 responses to “Uji LSD (BNT)

  1. benny Maret 3, 2011 pukul 8:59 pm

    gmn cara download,,,scribnya…?
    thanx

  2. dinoo blogging Maret 24, 2011 pukul 1:48 pm

    kok saya masih bingung cara menghitung nilai LSDnya ya mas, apa bedanya antara tingkat signifikansi untuk tes satu sisi dan tes dua sisi mas

    • smartstat April 4, 2011 pukul 8:50 pm

      Uji satu sisi dan dua sisi atau sering juga disebut uji satu arah atau uji dua arah tergantung dari hipotesis, terutama Hipotesis Alternatifnya (H1).
      Contoh untuk uji dua sisi/arah pada taraf nyata (α = 0.05):
      H0: m1 = m2
      H1: m1 ≠ m2 (tanda tidak sama dengan, berarti bisa lebih besar ataupun bisa lebih kecil, dua arah, karena dua sisi, maka nilai alpha yang digunakan adalah α/2 = 0.025)

      Contoh untuk uji satu sisi/arah pada taraf nyata (α = 0.05):
      H0: m1 = m2
      H1: m1 > m2 atau H1: m1 < m2 (hanya satu sisi, lebih besar atau lebih kecil, nilai alpha yang digunakan adalah alpha 0.05)

      NB. Maaf balasannya telat, minggu2 kemarin habis dari lapangan

  3. suherman April 13, 2011 pukul 9:26 am

    Apa bedanya uji Duncan dengan LSD
    Terimakasih

    • smartstat April 23, 2011 pukul 11:47 am

      Perbedaannya:
      LSD hanya menggunakan satu pembanding
      Duncan menggunakan beberapa pembanding. Contoh: apabila perlakuan yang akan dibandingkan ada t=5, maka nilai pembanding untuk uji duncan ada t-1 = 4 buah pembanding.

  4. Hairani Pardjo April 20, 2011 pukul 6:53 am

    Mas percobaan ku..Pengaruh strategi inkuiri terbimbing terhadap motivasi berprestasi, pemahaman konsep dan ketrampilan proses siswa pada materi suhu dan kalor..
    Aku gunakan LSD atau BNT..sudah betul blum y..

  5. rakatsu Juli 14, 2011 pukul 8:58 am

    mas, saya mau tanya :
    saya memiliki 3 perlakuan
    1. perlakuan A
    2. perlakuan B
    dan
    3. Kontrol
    Setiap perlakukan saya gunakan pretest dan postes.
    pertanyaan saya. uji apa yang bisa kita gunakan untuk menganalisis itu…??
    dapakah saya harus perponit dalam mengerjakannya..?? maksudnya adalah
    menganalisis satu persatu dulu atau semuanya saja..??
    mohon jawabannya ya mas..
    kirim ke email ini : namaku.bukanraka@gmail.com

  6. fajar Agustus 16, 2011 pukul 5:36 pm

    mo nanya ni mas,aku lagi ngolah data penelitian pake rancangan split plot,trus ku kerjain pake program Spss,setelah dianalisis hasilnya tidak nyata mas…
    bagaimana ya mas….mohon masukannya mas….

    • smartstat Agustus 18, 2011 pukul 8:02 pm

      Analisis data Split-Plot dengan menggunakan SPSS agak sedikit berbeda dengan Analisis Sederhana lainnya, misal RAL/RAK Faktor tunggal atau Faktorial, karena pada Split-Plot ada Dua Galat. Fajar bisa lihat Tutorial Analisis Split-Plot dengan menggunakan SPSS di link ini: http://www.smartstat.info/tutorial/spss/tutorial-spss-rancangan-split-plot.html
      Apabila langkah2 dalam analisisnya sudah betul dan memang tidak ada perlakuan yang signifikan, ya paling kita bahas kenapa pengaruhnya tidak signifikan. Apakah karena ada faktor lain yang menyebabkan keragaman dari perlakuan yang kita coba tidak memberikan kontribusi? Misalnya, kalau dalam bidang pertanian, taraf dosis pupuk yang kita berikan tidak signifikan karena tanah tempat percobaan memang sudah subur. Atau bisa juga tanahnya tidak subur, tapi karena kisaran dosis yang kita berikan terlalu kecil sehingga tidak tampak adanya perbedaan.

  7. pratama November 3, 2011 pukul 10:29 am

    Kalo boleh tau bedanya Uji LSD ma uji Duncan tuh pa ea.?
    Trima kasih.

  8. Yuli Sukmawati Desember 26, 2011 pukul 4:03 pm

    Mo tanya, sya sedang ngolah data, bingung mo pakai LSD atau Tukey HSD, karena hasil keduanya berbeda, tapi saya lebih suka hasil dari LSD. Data saya terdiri dari 6 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol positif, uji 1, uji 2, uji 3 dan kontrol negatif. Kelompok uji nantinya akan dibandingkan dengan kontrol normal. Kira2 kalau saya pakai uji LSD bisa kan? karena dari yang saya baca kalau lebih dari 3 perlakuan harus menggunakan Tukey, tapi kalau kita membandingkan rata2 perlakuan dengan kontrol maka uji LSD bisa digunakan. Mohon sarannya ya..

  9. hilman Fuadi Januari 16, 2012 pukul 12:25 am

    LSD hanya menggunakan satu pembanding
    Duncan menggunakan beberapa pembanding. Contoh: apabila perlakuan yang akan dibandingkan ada t=5, maka nilai pembanding untuk uji duncan ada t-1 = 4 buah pembanding.
    toling jelaskan pembanding seperti apa yang dimaksud?saya masih belum paham.tenkyu

  10. Leo Maret 14, 2012 pukul 6:47 pm

    Mau brtnya pak/buk,
    apa alasan kt pke lsd dlm sbh pnelitian, ap yg membdakanya dgn uji yg lain..

  11. shad Maret 29, 2012 pukul 12:16 am

    mau tanya bedanya tukey dan LSD apa ya??terimakasih:)

  12. sari Oktober 11, 2012 pukul 2:56 pm

    Mau tanya, saya uji statistik menggunakan spss. Saya uji menggunakan ANOVA dan lgsg saya pilih uji lanjut LSD. ternyata hasil anova tidak signifikan, namun setelah saya lihat hasil LSD nya, ada 1 data yg signifikan. Apakah tetap bisa menyimpulkan bahwa 1 data tersebut memang signifikan atau harus secara keseluruhan disimpulkan bahwa data2 tsb tidak signifikan (seperti hasil anova)?

  13. Puput Diah Nusanti Desember 14, 2012 pukul 5:28 am

    mas saya mau tanya saya mau menguji pengaruh berbagai metode pengolahan (digoreng, dikukus, dipanggang) terhadap kadar tembaga pada ikan layur setelah menggunakan ANOVA sebaiknya saya melanjutkan dengan LSD atau Duncan?

  14. xilygina Desember 22, 2012 pukul 5:43 am

    Assalamu’alaykum… Mas saya mau tanya, kode SAS untuk sidik ragam rancangan split-split plot dengan uji lanjut LSD itu apa ya?? Mohon di jawab. Trims a lot ^^.

  15. nana April 11, 2013 pukul 10:33 am

    salam…maaf ya..mau nanya ni..apakah uji lanjut seperti lsd bisa langsung digunakan tanpa kita membuat anova terlebh dahulu?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 198 pengikut lainnya.