Smart Statistik

Seputar Satistik dan Perancangan Percobaan

Distribusi Frekuensi

Hasil pengukuran yang kita peroleh disebut dengan data mentah. Besarnya hasil pengukuran yang kita peroleh biasanya bervariasi. Apabila kita perhatikan data mentah tersebut, sangatlah sulit bagi kita untuk menarik kesimpulan yang berarti. Untuk memperoleh gambaran yang baik mengenai data tersebut, data mentah tersebut perlu di olah terlebih dahulu.

Pada saat kita dihadapkan pada sekumpulan data yang banyak, seringkali membantu untuk mengatur dan merangkum data tersebut dengan membuat tabel yang berisi daftar nilai data yang mungkin berbeda (baik secara individu atau berdasarkan pengelompokkan) bersama dengan frekuensi yang sesuai, yang mewakili berapa kali nilai-nilai tersebut terjadi. Daftar sebaran nilai data tersebut dinamakan dengan Daftar Frekuensi atau Sebaran Frekuensi (Distribusi Frekuensi).

Dengan demikian, distribusi frekuensi adalah daftar nilai data (bisa nilai individual atau nilai data yang sudah dikelompokkan ke dalam selang interval tertentu) yang disertai dengan nilai frekuensi yang sesuai.

Pengelompokkan data ke dalam beberapa kelas dimaksudkan agar ciri-ciri penting data tersebut dapat segera terlihat. Daftar frekuensi ini akan memberikan gambaran yang khas tentang bagaimana keragaman data. Sifat keragaman data sangat penting untuk diketahui, karena dalam pengujian-pengujian statistik selanjutnya kita harus selalu memperhatikan sifat dari keragaman data. Tanpa memperhatikan sifat keragaman data, penarikan suatu kesimpulan pada umumnya tidaklah sah.

Sebagai contoh, perhatikan contoh data pada Tabel 1. Tabel tersebut adalah daftar nilai ujian Matakuliah Statistik dari 80 Mahasiswa (Sudjana, 19xx).

Tabel 1. Daftar Nilai Ujian Matakuliah Statistik

79 49 48 74 81 98 87 80
80 84 90 70 91 93 82 78
70 71 92 38 56 81 74 73
68 72 85 51 65 93 83 86
90 35 83 73 74 43 86 88
92 93 76 71 90 72 67 75
80 91 61 72 97 91 88 81
70 74 99 95 80 59 71 77
63 60 83 82 60 67 89 63
76 63 88 70 66 88 79 75

Sangatlah sulit untuk menarik suatu kesimpulan dari daftar data tersebut. Secara sepintas, kita belum bisa menentukan berapa nilai ujian terkecil atau terbesar. Demikian pula, kita belum bisa mengetahui dengan tepat, berapa nilai ujian yang paling banyak atau berapa banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai tertentu. Dengan demikian, kita harus mengolah data tersebut terlebih dulu agar dapat memberikan gambaran atau keterangan yang lebih baik.

Bandingkan dengan tabel yang sudah disusun dalam bentuk daftar frekuensi (Tabel 2a dan Tabel 2b). Tabel 2a merupakan daftar frekuensi dari data tunggal dan Tabel 2b merupakan daftar frekuensi yang disusun dari data yang sudah di kelompokkan pada kelas yang sesuai dengan selangnya. Kita bisa memperoleh beberapa informasi atau karakteristik dari data nilai ujian mahasiswa.

Tabel 2a.

No Nilai Ujian Frekuensi
xi fi
1 35 1
2 36 0
3 37 0
4 38 1
: : :
16 70 4
17 71 3
: : 1
42 98 1
43 99 1
Total 80

Pada Tabel 2a, kita bisa mengetahui bahwa ada 80 mahasiswa yang mengikuti ujian, nilai ujian terkecil adalah 35 dan tertinggi adalah 99. Nilai 70 merupakan nilai yang paling banyak diperoleh oleh mahasiswa, yaitu ada 4 orang, atau kita juga bisa mengatakan ada 4 mahasiswa yang memperoleh nilai 70, tidak ada satu pun mahasiswa yang mendapatkan nilai 36, atau hanya satu orang mahasiswa yang mendapatkan nilai 35.

Tabel 2b.

Kelas ke- Nilai Ujian Frekuensi fi
1 31 – 40 2
2 41 – 50 3
3 51 – 60 5
4 61 – 70 13
5 71 – 80 24
6 81 – 90 21
7 91 – 100 12
Jumlah 80

Tabel 2b merupakan daftar frekuensi dari data yang sudah dikelompokkan. Daftar ini merupakan daftar frekuensi yang sering digunakan. Kita sering kali mengelompokkan data contoh ke dalam selang-selang tertentu agar memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai karakteristik dari data. Dari daftar tersebut, kita bisa mengetahui bahwa mahasiswa yang mengikuti ujian ada 80, selang kelas nilai yang paling banyak diperoleh oleh mahasiswa adalah sekitar 71 sampai 80, yaitu ada 24 orang, dan seterusnya. Hanya saja perlu diingat bahwa dengan cara ini kita bisa kehilangan identitas dari data aslinya. Sebagai contoh, kita bisa mengetahui bahwa ada 2 orang yang mendapatkan nilai antara 31 sampai 40. Meskipun demikian, kita tidak akan tahu dengan persis, berapa nilai sebenarnya dari 2 orang mahasiswa tersebut, apakah 31 apakah 32 atau 36 dst.

Ada beberapa istilah yang harus dipahami terlebih dahulu dalam menyusun daftar frekuensi.

Tabel 3.

Kelas ke- Selang
Nilai Ujian
Batas Kelas Nilai Kelas
(xi)
Frekuensi
(fi)
1 31 – 40 30.5 – 40.5 35.5 2
2 41 – 50 40.5 – 50.5 45.5 3
3 51 – 60 50.5 – 60.5 55.5 5
4 61 – 70 60.5 – 70.5 65.5 13
5 71 – 80 70.5 – 80.5 75.5 24
6 81 – 90 80.5 – 90.5 85.5 21
7 91 – 100 90.5 – 100.5 95.5 12
Jumlah 80

Range : Selisih antara nilai tertinggi dan terendah. Pada contoh ujian di atas, Range = 99 – 35 = 64

Batas bawah kelas: Nilai terkecil yang berada pada setiap kelas. (Contoh: Pada Tabel 3 di atas, batas bawah kelasnya adalah 31, 41, 51, 61, …, 91)

Batas atas kelas: Nilai terbesar yang berada pada setiap kelas. (Contoh: Pada Tabel 3 di atas, batas bawah kelasnya adalah 40, 50, 60, …, 100)

Batas kelas (Class boundary): Nilai yang digunakan untuk memisahkan antar kelas, tapi tanpa adanya jarak antara batas atas kelas dengan batas bawah kelas berikutnya. Contoh: Pada kelas ke-1, batas kelas terkecilnya yaitu 30.5 dan terbesar 40.5. Pada kelas ke-2, batas kelasnya yaitu 40.5 dan 50.5. Nilai pada batas atas kelas ke-1 (40.5) sama dengan dan merupakan nilai batas bawah bagi kelas ke-2 (40.5). Batas kelas selalu dinyatakan dengan jumlah digit satu desimal lebih banyak daripada data pengamatan asalnya. Hal ini dilakukan untuk menjamin tidak ada nilai pengamatan yang jatuh tepat pada batas kelasnya, sehingga menghindarkan keraguan pada kelas mana data tersebut harus ditempatkan. Contoh: bila batas kelas di buat seperti ini:

Kelas ke-1 : 30 – 40

Kelas ke-2 : 40 – 50

:

dst.

Apabila ada nilai ujian dengan angka 40, apakah harus ditempatkan pada kelas-1 ataukah kelas ke-2?

Panjang/lebar kelas (selang kelas): Selisih antara dua nilai batas bawah kelas yang berurutan atau selisih antara dua nilai batas atas kelas yang berurutan atau selisih antara nilai terbesar dan terkecil batas kelas bagi kelas yang bersangkutan. Biasanya lebar kelas tersebut memiliki lebar yang sama. Contoh:

lebar kelas = 41 – 31 = 10 (selisih antara 2 batas bawah kelas yang berurutan) atau

lebar kelas = 50 – 40 = 10 (selisih antara 2 batas atas kelas yang berurutan) atau

lebar kelas = 40.5 – 30.5 = 10. (selisih antara nilai terbesar dan terkecil batas kelas pada kelas ke-1)

Nilai tengah kelas: Nilai kelas merupakan nilai tengah dari kelas yang bersangkutan yang diperoleh dengan formula berikut: ½ (batas atas kelas+batas bawah kelas). Nilai ini yang dijadikan pewakil dari selang kelas tertentu untuk perhitungan analisis statistik selanjutnya. Contoh: Nilai kelas ke-1 adalah ½(31+40) = 35.5

Banyak kelas: Sudah jelas! Pada tabel ada 7 kelas.

Frekuensi kelas: Banyaknya kejadian (nilai) yang muncul pada selang kelas tertentu. Contoh, pada kelas ke-1, frekuensinya = 2. Nilai frekuensi = 2 karena pada selang antara 30.5 – 40.5, hanya ada 2 angka yang muncul, yaitu nilai ujian 31 dan 38.

Teknik pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi (TDF)

Distribusi frekuensi dibuat dengan alasan berikut:

  • kumpulan data yang besar dapat diringkas
  • kita dapat memperoleh beberapa gambaran mengenai karakteristik data, dan
  • merupakan dasar dalam pembuatan grafik penting (seperti histogram).

Banyak software (teknologi komputasi ) yang bisa digunakan untuk membuat tabel distribusi frekuensi secara otomatis. Meskipun demikian, di sini tetap akan diuraikan mengenai prosedur dasar dalam membuat tabel distribusi frekuensi.

Langkah-langkah dalam menyusun tabel distribusi frekuensi:

  • Urutkan data, biasanya diurutkan dari nilai yang paling kecil
    • Tujuannya agar range data diketahui dan mempermudah penghitungan frekuensi tiap kelas!
  • Tentukan range (rentang atau jangkauan)
    • Range = nilai maksimum – nilai minimum
  • Tentukan banyak kelas yang diinginkan. Jangan terlalu banyak/sedikit, berkisar antara 5 dan 20, tergantung dari banyak dan sebaran datanya.
    • Aturan Sturges:
    • Banyak kelas = 1 + 3.3 log n, dimana n = banyaknya data
  • Tentukan panjang/lebar kelas interval (p)
    • Panjang kelas (p) = [rentang]/[banyak kelas]
  • Tentukan nilai ujung bawah kelas interval pertama

Pada saat menyusun TDF, pastikan bahwa kelas tidak tumpang tindih sehingga setiap nilai-nilai pengamatan harus masuk tepat ke dalam satu kelas. Pastikan juga bahwa tidak akan ada data pengamatan yang tertinggal (tidak dapat dimasukkan ke dalam kelas tertentu). Cobalah untuk menggunakan lebar yang sama untuk semua kelas, meskipun kadang-kadang tidak mungkin untuk menghindari interval terbuka, seperti ” ≥ 91 ” (91 atau lebih). Mungkin juga ada kelas tertentu dengan frekuensi nol.

Contoh:

Kita gunakan prosedur di atas untuk menyusun tabel distribusi frekuensi nilai ujian mahasiswa (Tabel 1).

Berikut adalah nilai ujian yang sudah diurutkan:

 35  38  43  48  49  51  56  59  60  60
 61  63  63  63  65  66  67  67  68  70
 70  70  70  71  71  71  72  72  72  73
 73  74  74  74  74  75  75  76  76  77
 78  79  79  80  80  80  80  81  81  81
 82  82  83  83  83  84  85  86  86  87
 88  88  88  88  89  90  90  90  91  91
 91  92  92  93  93  93  95  97  98  99

 2. Range:
    [nilai tertinggi – nilai terendah] = 99 – 35 = 64

 3. Banyak Kelas:
    Tentukan banyak kelas yang diinginkan.
    Apabila kita lihat nilai Range = 64, mungkin banyak kelas
    sekitar 6 atau 7.
    Sebagai latihan, kita gunakan aturan Sturges.
    banyak kelas = 1 + 3.3 x log(n)
                 = 1 + 3.3 x log(80)
                 = 7.28 ≈ 7

 4. Panjang Kelas:
    Panjang Kelas = [range]/[banyak kelas]
                  = 64/7
                  = 9.14 ≈ 10
                    (untuk memudahkan dalam penyusunan TDF)

 5. Tentukan nilai batas bawah kelas pada kelas pertama.
    Nilai ujian terkecil = 35
    Penentuan nilai batas bawah kelas bebas saja,
    asalkan nilai terkecil masih masuk ke dalam kelas tersebut.
    Misalkan: apabila nilai batas bawah yang kita pilih adalah 26,
    maka interval kelas pertama: 26 – 35, nilai 35 tepat jatuh
    di batas atas kelas ke-1. Namun apabila kita pilih
    nilai batas bawah kelas 20 atau 25, jelas nilai terkecil, 35,
    tidak akan masuk ke dalam kelas tersebut.
    Namun untuk kemudahan dalam penyusunan dan pembacaan TDF,
    tentunya juga untuk keindahan, he2.. lebih baik kita memilih
    batas bawah 30 atau 31.  Ok, saya tertarik dengan angka 31,
    sehingga batas bawahnya adalah 31.

 Dari prosedur di atas, kita dapat info sebagai berikut:
 Banyak kelas       : 7
 Panjang kelas      : 10
 Batas bawah kelas  : 31
 Selanjutnya kita susun TDF:
 Form TDF:
 ------------------------------------------------------------
  Kelas ke- | Nilai Ujian | Batas Kelas | Turus | Frekuensi
 ------------------------------------------------------------
      1        31 -
      2        41 -
      3        51 -
      :        :  -
      6        81 -
      7        91 -
 ------------------------------------------------------------
   Jumlah
 ------------------------------------------------------------
 Tabel berikut merupakan tabel yang sudah dilengkapi
Kelas ke- Nilai Ujian Batas Kelas Frekuensi
(fi)
1 31 – 40 30.5 – 40.5 2
2 41 – 50 40.5 – 50.5 3
3 51 – 60 50.5 – 60.5 5
4 61 – 70 60.5 – 70.5 13
5 71 – 80 70.5 – 80.5 24
6 81 – 90 80.5 – 90.5 21
7 91 – 100 90.5 – 100.5 12
Jumlah 80
atau dalam bentuk yang lebih ringkas:
Kelas ke- Nilai Ujian Frekuensi
(fi)
1 31 – 40 2
2 41 – 50 3
3 51 – 60 5
4 61 – 70 13
5 71 – 80 24
6 81 – 90 21
7 91 – 100 12
Jumlah 80

Distribusi Frekuensi Relatif dan Kumulatif

Variasi penting dari distribusi frekuensi dasar adalah dengan menggunakan nilai frekuensi relatifnya, yang disusun dengan membagi frekuensi setiap kelas dengan total dari semua frekuensi (banyaknya data). Sebuah distribusi frekuensi relatif mencakup batas-batas kelas yang sama seperti TDF, tetapi frekuensi yang digunakan bukan frekuensi aktual melainkan frekuensi relatif. Frekuensi relatif kadang-kadang dinyatakan sebagai persen.

Frekuensi relatif = \dfrac{{{f_i}}}{{\sum {f_i}}} \times 100\% = \dfrac{{{f_i}}}{n} \times 100\%

Contoh: frekuensi relatif kelas ke-1:

fi = 2; n = 80

Frekuensi relatif = 2/80 x 100% = 2.5%

Kelas ke- Nilai Ujian Frekuensi relatif (%)
1 31 – 40 2.50
2 41 – 50 3.75
3 51 – 60 6.25
4 61 – 70 16.25
5 71 – 80 30.00
6 81 – 90 26.25
7 91 – 100 15.00
Jumlah 100.00

Distribusi Frekuensi kumulatif

Variasi lain dari distribusi frekuensi standar adalah frekuensi kumulatif. Frekuensi kumulatif untuk suatu kelas adalah nilai frekuensi untuk kelas tersebut ditambah dengan jumlah frekuensi semua kelas sebelumnya.

Perhatikan bahwa kolom frekuensi selain label headernya diganti dengan frekuensi kumulatif kurang dari, batas-batas kelas diganti dengan “kurang dari” ekspresi yang menggambarkan kisaran nilai-nilai baru.

Nilai Ujian Frekuensi kumulatif kurang dari
kurang dari 30.5 0
kurang dari 40.5 2
kurang dari 50.5 5
kurang dari 60.5 10
kurang dari 70.5 23
kurang dari 80.5 47
kurang dari 90.5 68
kurang dari 100.5 80

atau kadang disusun dalam bentuk seperti ini:

Nilai Ujian Frekuensi kumulatif kurang dari
kurang dari 41 2
kurang dari 51 5
kurang dari 61 10
kurang dari 71 23
kurang dari 81 47
kurang dari 91 68
kurang dari 101 80

Variasi lain adalah Frekuensi kumulatif lebih dari. Prinsipnya hampir sama dengan prosedur di atas.

Histogram

Histogram adalah merupakan bagian dari grafik batang di mana skala horisontal mewakili nilai-nilai data kelas dan skala vertikal mewakili nilai frekuensinya. Tinggi batang sesuai dengan nilai frekuensinya, dan batang satu dengan lainnya saling berdempetan, tidak ada jarak/ gap diantara batang. Kita dapat membuat histogram setelah tabel distribusi frekuensi data pengamatan dibuat.

Poligon Frekuensi:

Poligon Frekuensi menggunakan segmen garis yang terhubung ke titik yang terletak tepat di atas nilai-nilai titik tengah kelas. Ketinggian dari titik-titik sesuai dengan frekuensi kelas, dan segmen garis diperluas ke kanan dan kiri sehingga grafik dimulai dan berakhir pada sumbu horisontal.

Ogive

Ogive adalah grafik garis yang menggambarkan frekuensi kumulatif, seperti daftar distribusi frekuensi kumulatif. Perhatikan bahwa batas-batas kelas dihubungkan oleh segmen garis yang dimulai dari batas bawah kelas pertama dan berakhir pada batas atas dari kelas terakhir. Ogive berguna untuk menentukan jumlah nilai di bawah nilai tertentu. Sebagai contoh, pada gambar berikut menunjukkan bahwa 68 mahasiswa mendapatkan nilai kurang dari 90.5.

About these ads

90 responses to “Distribusi Frekuensi

  1. windah Agustus 26, 2010 pukul 2:31 pm

    saya sangat butuh info ttg statistik terutama krn skrg sy lg nyusun skripsi. mohon bantuannya ya pak..

  2. ii November 3, 2010 pukul 11:46 am

    bagaimana kalau datanya itu berkoma dan jaraknya sedikit sekali
    contoh:
    9.3 – 9.7
    9.8 – 10.2
    10.3 – 10.7
    pada saat saya telah mendapatkan modus dan median. hasilnya tidak pas dengan letak kelas nilai tersebut.
    jadi bagaimana? bolehkan data soal saya ubah menjadi 93 – 97
    98 – 102
    103 – 107
    sudah saya cari dengan nilai ini, baru pas hasilny dengan letak kelasnya.
    mohon jawabannya. terimakasih.

    • smartstat November 3, 2010 pukul 8:59 pm

      Apabila angka dibelakang koma ≥ satu digit??
      Banyaknya digit untuk penentuan batas bawah/atas kelas tergantung pada tingkat ketelitian datanya. Misalnya apabila sumber data aslinya sprti ini: 3.4 4.5 6.7 dst (ada satu digit dibelakang koma), maka batas bawah/atas kelasnya pun mempunyai digit yang sama, ex:
      (jika lebar kelas = 0.5)
      3.0 – 3.4
      3.5 – 3.9
      4.0 – 4.5
      dst
      Atau jika lebar kelas = 3.0
      3.0 – 5.9
      6.0 – 8.9
      9.0 – 12.9
      Batas Kelas?? Batas kelas selalu dinyatakan dengan jumlah digit satu desimal lebih banyak daripada data pengamatan asalnya. Contoh: batas kelas untuk kelas pertama:
      3.0 – 0.05 = 2.95 dan 5.9 + 0.05 = 5.95
      Kelas 2: 6.0 – 0.05 = 5.95 dan 8.95
      Apabila sumber datanya paling banyak 3 digit dibelakang koma, eks: 3.432; 4.543; 6.998 dst, maka penentuan batas atas/bawah kelas pun harus sesuai, ex:
      jika lebar kelas = 3.0
      3.000 – 5.999
      6.000 – 8.999
      9.000 – 12.999
      Batas Kelas untuk kelas pertama: 2.9995 dan 5.9995

      Penentuan berapa banyak kelas, lebar kelas, dst, bisa lihat pada ketentuan yang terdapat pada uraian di atas, misalnya: banyak kelas antara 5-20 tergantung banyaknya data, atau pakai aturan sturges: 1 +3.3 log(n)

  3. mawaddah Maret 1, 2011 pukul 11:04 pm

    sebelumnya saya mohon bantuannya pak, saya mhs tk.akhir yg sedang skripsi, saat ini saya sedikit kebingungan dgn analisis data saya mengenai potensi pemanfaatan limbah tandan kosong, berdasarkan literatur yg saya baca, sekitar 20-23% dari TBS adalh limbah tandan kosong kelapa sawit, namun dalam prakteknya di pabrik kelapa sawit yg saya teliti jumlahnya sekitar 20,59%. bagaimana cara saya menentukan persentase dari limbah itu, apakah yg berdasarkan literatur atau secara prakteknya?

    • Smartstat Maret 7, 2011 pukul 8:44 pm

      Maaf blsnnya telat.. Memang judul skripsinya apa Mawadah? identifikasi masalahnya sprti gmn? Apakah membandingkan antara persentase yg ada di literatur dg hasil penelitian? kalau iya, mungkin bisa menggunakan uji z untuk data dalam bentuk proporsi.
      Saya kira hasil penelitiannya (20,59%) masih dalam interval 20-23% kan? atau gunakan metode selang kepercayaan 95% (misalnya, atau 90%) untuk nilai proporsi yang didapat dari penelitiannya. Mungkin dengan mempelajari Selang kepercayaan (Confidence Interval Method) bisa membantu. Ada di buku2 statistik…

  4. Smartstat Maret 7, 2011 pukul 8:43 pm

    Maaf blsnnya telat.. Memang judul skripsinya apa Mawadah? identifikasi masalahnya sprti gmn? Apakah membandingkan antara persentase yg ada di literatur dg hasil penelitian? kalau iya, mungkin bisa menggunakan uji z untuk data dalam bentuk proporsi.
    Saya kira hasil penelitiannya (20,59%) masih dalam interval 20-23% kan? atau gunakan metode selang kepercayaan 95% (misalnya, atau 90%) untuk nilai proporsi yang didapat dari penelitiannya. Mungkin dengan mempelajari Selang kepercayaan (Confidence Interval Method) bisa membantu. Ada di buku2 statistik…

  5. mawaddah Maret 9, 2011 pukul 7:19 pm

    judul skripsi saya ‘potensi pemanfaatan limbah pabrik sebagai pupuk kompos di prov.sumut’, dan penelitiannya bersifat deskriptif, data2 yang saya punya merupakan jumlah produksi TBS per kabupaten dan luas areal lahan. saya menghitung seberapa besarnya potensi tandan kosong yang dapat dijadikan pupuk kompos, berdasarkan literatur yang saya baca itulah sekitar 20 – 23% merupakan limbah tankos, namun dalam prakteknya di PT.X persentasenya sekitar 20,59, yang mana PT.X ini adalah sebagai indikator penghitungan selanjutnya karena PT.X ini sudah mempraktekkan pembuatan pupuk kompos tandan kosong. dan kemudian hasil yang sudah dikalikan dengan persentase akan diproyeksikan selama 5 tahun dengan rumus eksponensial. jadi berapa persentase sbenarnya yang harus saya kalikan dengan jumlah produksi itu, apa yg sesuai literatur atau sesuai PT.X sbg indikator, atau hanya dirata – rata kan saja dengan kisaran 20 – 23%?

    • Smartstat Maret 9, 2011 pukul 9:03 pm

      Kalau menurut saya sebaiknya menggunakan data hasil penelitian yang ada di PT X, 20,59%, karena PT X ini akan dijadikan sebagai indikator bukan? Kisaran antara 20-23% itu mungkin didapatkan dari hasil kajian beberapa PT dan nilainya ada dalam rentang tersebut, trmsk yang 20,59% msh dalam kisaran itu. Kalau menurut saya sebaiknya menggunakan Selang Kepercayaan, misal selang (interval) kepercayaan 95 % untuk nilai presentasenya.

  6. mawaddah Maret 11, 2011 pukul 2:03 pm

    ok pak, terima kasih buat masukan nyaa.. oiaa, ada bahan mengenai analisis data deskriptif kuantitatif, ekonometrika, riset operasi dan simulasi statistik ga pak?

  7. Slamet Al Matra April 5, 2011 pukul 6:07 am

    untuk menentukan nilai ujian terkecil di ambil 31 knapa tidak 35 apakah nilai ujiannya tersebut akan sama ga..? hasilnya 31- 40 dengan 35-45 fi dan f komulatifnya ?

    • Smartstat April 5, 2011 pukul 4:03 pm

      Bisa saja nilai yang diambil untuk batas bawah kelas pertama = 35. Penentuan nilai batas bawah kelas pertama sudah di bahas di atas. Pilih sembarang nilai asalkan frekuensi pada kelas pertama tersebut tidak bernilai 0. Jelas apabila batas bawahnya berbeda, nilai fi dan f kumulatifnya pun akan berbeda… :-)

  8. Lyn April 15, 2011 pukul 5:17 am

    syukron ats info’a. ^_^

  9. Furydenny Mei 11, 2011 pukul 4:38 pm

    Mohon bantuannya Pak, saya sedang kesulitan dalam menghitung batas kelas atau interval kelas. Begini permasalahannya, diketahui batas bawah = 24 dan batas atas = 120, sehingga diketahui interval kelasnya 19,2. Yg menjadi masalah adalah kelas yang diinginkan adalah sebanyak 5 kelas. bagaimana cara membaginya kedalam masing2 kelas? Karena nantinya hal ini akan penting digunakan untuk mengukur persepsi seseorang terhadap suatu produk, sebagai penelitian skripsi saya. Matur nuwun.

  10. ilman Mei 22, 2011 pukul 9:00 am

    Terima kasih atas info yang Bapak berikan.Sangat informatif khususnya untuk saya yang sedang mengerjakan skripsi. :)
    Pertanyaan:
    1. Apakah bisa mendeteksi outlier dari distribusi frekuensi? Apa sebelum membuat distribusi frekuensi harus dicari dulu outlier-nya dan dibuang?
    2. Pada grafik Ogive, apa bagian frekuensi bisa diganti jadi frekuensi relatif (%) ??

    Mohon bantuan Bapak :)

    • beta Juli 23, 2011 pukul 10:49 am

      kalau ada kejanggalan data seperti 2 31 41 41 45 47 48 51 53 54 55 56 57 57 57 58 dst gm cara mencari frekuensi terbukanya??? mhon di bantu

  11. beta Juli 23, 2011 pukul 10:51 am

    data sampai 97

  12. beta Juli 23, 2011 pukul 10:57 am

    di ket kelas 7 interval kelasnya 14 data sbg berikut:
    2 31 14 14 14 45 47 48 51 53 54
    55 56 57 57 57 58 59 61 61 62
    62 64 65 65 66 67 67 68 69 69
    70 70 70 71 71 73 74 75 75 76
    79 80 80 82 82 84 85 90 92 97
    gm membuat tabel frekuensi dan rata2 nilai ujian
    thanks

    • smartstat Oktober 11, 2011 pukul 11:12 pm

      Wah sepertinya dah telat balasnya nih :-)
      Maaf, saya baru sempet ngontrol comment di WP.
      Karena dah telat, serta kasusnya mirip dengan contoh yang sudah diuraikan di atas, mungkin ada rekan yang bisa membantu menyelesaikannya?
      – Urutkan data, biasanya diurutkan dari nilai yang paling kecil
      – Tentukan range (rentang atau jangkauan)
      – Tentukan banyak kelas yang diinginkan.
      – Tentukan panjang/lebar kelas interval (p)
      – Tentukan nilai ujung bawah kelas interval pertama :-)

  13. lala September 16, 2011 pukul 5:20 pm

    mohon bantuannya pak.. saya kesulitan dalam membuat tabel distribusi frekuensi dengan desimal…
    range data = 24,6 – 7,3 = 17,3 dengan banyak kelas 7,188 (dg pembulatan menjadi 7). klo dhitung panjang kelasnya menjadi 2,5 . yg saya bingungkan bagaimana tabel distribusi frekuensinya?
    mohon bantuannya pak, trimakasih

  14. Ryan September 18, 2011 pukul 7:33 pm

    Makasih banget loh ini rumus rumus mat nya, sangat membantu untuk ulangan semester besok!
    God bless you

  15. Merdian Khairad September 20, 2011 pukul 8:20 pm

    hhmm.. mAteri ttg statistik frequensi ini sesuai bgt sama yg saya pelajari d smster sekarang..:)
    mmm.. pak,, bisa bantuin saya ngak gimana cara bikin diagram balok, histogram, diagram lingkaran, n Ogive dari progrAM SPSS ??
    makasih sbelumnya _^

  16. Andrey Baguz September 22, 2011 pukul 10:33 pm

    mas saya mau tanya,,,buat data 100 nilai variabel dibuat DF 4 kelompok dengan range 50.
    gmna cara penyelesaiannya,,sya bingung dengan itu,mohon bantuannya ya ,,,makash sebelumntya

    • smartstat Oktober 11, 2011 pukul 10:47 pm

      Maksudnya 4 Kelompok = 4 Kelas???

      Aturan Sturges:
      banyaknya data (n) = 100	
      Range              = 50	
      Banyak Kelas       = 1 + 3.3(log(100) = 7.6	~ 8
      Panjang Kelas      = 50/8 = 6.25 ~ 6
      
      Kalau mau dibuat 4 kelas:
      Aturan Sturges:
      banyaknya data (n) = 100	
      Range              = 50	
      Banyak Kelas       = 4
      Panjang Kelas      = 50/4 = 12.5 ~ 13 
      (untuk memudahkan perhitungan sbnrnya bisa juga dibulatkan ke 10 atau 15, panduan di atas hanya sekedar gambaran saja)
      
  17. Budi Wijaya Berjaya Oktober 9, 2011 pukul 1:01 pm

    Benarkah kalau misal saya bertanya tentang seputar ilmu statistik di kuliah. apakah Anda bersedia menjawab kesulitan yang saya hadapi. kemungkinan kalau pesan ini dibalas saya langsung kasihkan apa masalah saya. terimakasih

  18. bima agung pamuji Oktober 11, 2011 pukul 2:24 am

    sangat membantu dalam menyelesaikan tugas, terimakasih

  19. puput Oktober 11, 2011 pukul 9:57 am

    trus cara penyusunan distribusi komulatif relatif gimana ea……… mohon bantuannya…….. terima kasih…..

    • smartstat Oktober 11, 2011 pukul 10:28 pm

      Nilai frekuensi pada kelas tersebut dibagi dengan banyaknya data keseluruhan.
      Contoh:
      frekuensi kurang dari 30.5 = 0, maka frekuensi relatifnya = 0/80*100% = 0.00%
      frekuensi kurang dari 40.5 = 2, maka frekuensi relatifnya = 2/80*100% = 2.50%
      dst..

      Nilai Ujian       |  f kum <  |  f kum rel <
      ---------------------------------------------------
      kurang dari 30.5  |  0          |  0.00%
      kurang dari 40.5  |  2          |  2.50%
      kurang dari 50.5  |  5          |  6.25%
      kurang dari 60.5  |  10         |  12.50%
      kurang dari 70.5  |  23         |  28.75%
      kurang dari 80.5  |  47         |  58.75%
      kurang dari 90.5  |  68         |  85.00%
      kurang dari 100.5 |  80         |  100.00%
  20. dila Oktober 14, 2011 pukul 1:45 am

    nama lainnya selangkelas apa ya pak? makasih infonya membantu untuk materi PWK di sma saya. :D

  21. attewhh Oktober 16, 2011 pukul 10:15 am

    pak mau nnya nih cr penghitungan persentase yg kumulatif kurang dari sama lebih dari gmna ya? mhon d,bls cepetanya *untukbahan persentse besok* hhii
    trmksih sblm,a pak

  22. OGES Oktober 22, 2011 pukul 10:32 pm

    izin pak… mau nanya, bagaimana bentuk tabel frekuensi distribusi secara lengkap (ada gambar histogramnya juga) untuk soal seperti berikut ini:
    Data penduduk umur 50 Tahun ke atas dari 35 kabupaten/kota di Jateng adalah (dalam ribuan)..? 76 78 40 39 71 54 36 64 53 80
    38 68 36 45 56 47 26 59 20 42
    33 45 33 42 29 30 52 55 65 8
    37 5 55 8 7

  23. sarn Oktober 28, 2011 pukul 5:56 pm

    bagaimana kira kumulatif frekuensi ( cnth who did not score 10 ) dengan guna dalam graph polygon excel

  24. Erwin November 9, 2011 pukul 12:52 pm

    Sy merasa snanx dgx ad’y matery in! Terimakasih

  25. rahmad rullah usman Desember 10, 2011 pukul 9:52 pm

    dbwah ini tinggi bdan 100siswa sbuah SD dalam cm
    tinggi badan
    kurang dr 59,5 0
    kurang dr 69,5 5
    kurang dr 59,5 23
    kurang dr 69,5 65
    kurang dr 59,5 92
    kurang dr 69,5 100
    hitunglah a. rata2 tinggi badan b. modusnya

  26. Eky Desember 20, 2011 pukul 12:37 pm

    pak saya mau tanya. kalau data saya desimal, rentangnya 10,85 terbesar dan trkcil 7, 20 bnyak klasnya 7 maka kalau djumlh hsilnya 1 lalu bgmana mmbuat kls intrvlnya pak? terimakasih pak.

  27. dayah Februari 4, 2012 pukul 10:08 am

    apa perbedaan nilai kontinue dan diskrit itu ya??

  28. Anna Evi Februari 7, 2012 pukul 8:01 pm

    pak mohon penjelasan tentang ogive saya kurang mengerti

  29. bahrul asfar Februari 27, 2012 pukul 2:51 pm

    ini tugas 1 kampuzz gk bisa pak,mohon BANTUANnya
    jka diket TPB 3,4,5 intervl klas(c)=6.
    dgn frekuensi absolut 4,5,6,3,2,8,9,mka buatlah distribusi frekuensi lengkap.
    dri 22,22,22,22,22,22,22,23,23,23,23,23,
    24,25,26,26,27,27,27,27,28,28,28,28,
    29,29,29,30,30,30,30,31,31,31,32,32,
    33,33,33,34,34,34,34,34,35,35,36,36
    37,37,39,40,40,41,41,44,44,44,45,45,45,45,

  30. Florensia Cristy Februari 27, 2012 pukul 10:11 pm

    diketahui data 40 42 44 46 48 50 53 55 57 60 61 65 66 68 69 71 77 78 79 80
    mengapa saya tidak dapat membuat interval kelas ny dengan tepat dari soal tsb
    sedangkan pada soal laen ato soal yg diberikan oleh dosen bisa saya buat interval kelas yg tepat selalu kurang satu angka ato lebih dari satu angka misalny 79 atau 81 batas akhirnyaa
    mohon saran atau koreksiny
    terima kasih sebelumnyaaa

  31. yuda Maret 5, 2012 pukul 6:58 am

    asslm pak..mau tanya klo soal DF nya gini pak
    banyak pegawai banyak perusahaan
    sampai dengan 9 63
    10-24 101
    25-49 114
    50-99 87
    100-249 105
    250-499 49

    gmna mencari kuartil dan modusnya pak?
    mkasih pak

  32. yuda Maret 5, 2012 pukul 6:59 am

    asslm pak..mau tanya klo soal DF nya gini pak
    banyak pegawai banyak perusahaan
    sampai dengan 9 63
    10-24 101
    25-49 114
    50-99 87
    100-249 105
    250 dan lebih

    gmna mencari kuartil dan modusnya pak?
    mkasih pak

  33. nana Maret 7, 2012 pukul 12:19 pm

    mau tnya.. Data d bawah ini mrupakan data klahiran penduduk di jawa periode 1955-1959:
    32,5 34,8 32,8 39,8 32,4 27,8 33,1 35,8
    34,2 18,5 40,6 32,9 34,2 37,3 27,3 29,8
    20,7 31,2 32,4 27,8 35,1 25,7 37,4 39,7
    44,3 32,0 18,2 40,7 34,5 37,6 28,6 33,8
    42,0 43,2 35,8 32,5 30,0 36,0 36,2 33,1
    36,5 31,6 31,6 15,8 39,0 37,2 29,7
    42,8 33,1 43,1 43,1 43,1 35,0 34,5
    33,3 27,6 30,6 29,6 13,0 36,1 30,1
    41,7 43,7 37,5 41,7 35,7 29,6 42,9
    38,5 37,6 36,8 30,8 30,2 32,2 33,4
    gimana cara buat daftar distribusi frekuensi dengan menggunakan aturan sturges??

  34. irfan muhammad Maret 14, 2012 pukul 12:06 am

    bagaimana cara mengetahui distribusi frekuensi secara lengkap apabila yang diketahuinya titik tengah :

    titik tengah
    34.5
    44.5
    54.5
    64.5
    74.5
    84.5
    94.5

  35. hadrianti Maret 29, 2012 pukul 10:28 am

    Pak saya mau nanya gmna klo trdapat 50 data
    datanya sbb:
    25 26 27 27 28 29 30 31 32 33
    33 34 35 35 36 37 38 39 40 41
    42 44 45 47 50 51 53 57 58 59
    61 63 64 65 67 69 70 75 77 79
    80 81 82 83 84 85 86 87 88 89
    gmna cr menentukan pnjang/lbr interval klsx klo jumlah klsx ada 7.
    trim’s…..

  36. nina Mei 18, 2012 pukul 2:23 am

    makasih buat isi makalah nya, mantap banget gan :)

  37. Fitri Mepy Juni 6, 2012 pukul 2:55 pm

    kalau untuk menentukan signifakasi pengaruh, statistiknya sprt apa?

  38. Fiabri Sheo Juni 9, 2012 pukul 11:53 pm

    bagaimana Membuat data perhitungan frekuensi teoritik (Fe) dan frekuensi pengamatan (Fo)..padahal sdikit lagi dataku selesai. pas Membuat data perhitungan frekuensi teoritik (Fe) dan frekuensi pengamatan (Fo) gak tau. Proses Numerik Pengujian Normalitas Data Hasil Belajar Siswa
    Kelas eksperimen
    Menentukan Panjang Rentang (R)
    R = skor terbesar – skor terkecil
    = 77- 36
    = 41
    Menentukan Banyaknya Kelas (K)
    K = 1 + 3,3. Log n
    = 1 + 3,3. Log 26
    = 1 + 3,3. 1,41
    = 1 + 4,653
    = 5,653
    = 6 (dibulatkan)
    Menentukan Panjang Kelas (P)
    P = R/K
    = 41/6
    = 6,83
    = 7 (dibulatkan)

    Menentukan Frekuensi
    Tabel : Distribusi Frekuensi
    No Kelas Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif
    (%)
    1 36-42 2
    2 43-39 2
    3 50-56 2
    4 57-63 2
    5 64-70 9
    6 71-77 9
    Jumlah 26 100

    Menentukan panjang kelas interval
    Tabel : Panjang Kelas Interval
    No Kelas Interval F Nilai Tengah
    (Xi) Xi2 F. Xi F. Xi2
    1 31-34 1 32,5 1056,25 32,5 1056,25
    2 35-38 2 36,5 1332,25 73 2664,5
    3 39-42 9 40,5 1640,25 364,5 14762,25
    4 43-46 5 44,5 1980,25 222,5 9901,25
    5 47-50 4 48,5 2352,25 194 9409
    Jumlah 21 202,5 8361,25 886,5 37793,25

    Menghitung nilai rata-rata (X ̅)
    X ̅ = (∑f.xi)/n = 886,5/21 = 42,21
    Simpangan baku
    S = √((N∑Fi.x^( 2 )–(∑Fi-xi)2)/(N ( N-1)))
    = √((21X37793,25–(886,5)^2)/(21 ( 21-1)))
    = √(7776/420)
    = √18,51
    = 4,3
    Membuat data perhitungan frekuensi teoritik (Fe) dan frekuensi pengamatan (Fo)
    …………………………………..

  39. satrio Agustus 4, 2012 pukul 8:20 am

    kak kumulatif kurang lebih darinya ada gak?
    tolong dong saya butuh
    trims

  40. New Senove'd September 6, 2012 pukul 10:38 pm

    untuk mencari nilai yang sebenarnya gimana kak??

  41. agus September 22, 2012 pukul 10:17 am

    Aslm. apa ada rumus ataupun ketetapan tertentu dalam pembulatan nilai dalam menentukan banyak kelas (menggunakan metode sturgess) dan juga menentukan panjang kelas?
    misalnya: ketika nilainya 7,12 dibulatkan ke 7 atau ke 8? dan juga ketika nilainya 7,87 dibulatkan ke 7 atau ke 8? atau seenaknya sendiri dalam pembulatan tersebut. tolong di balas ya. trimakasih pak. ^_^

  42. synthia September 24, 2012 pukul 3:52 pm

    makasih banyak pak buat ilmunya. sangat berguna buat saya. ;)

  43. wulan September 28, 2012 pukul 8:06 pm

    Tabel 1. Data 40 mahasiswa Pengantar Statistik Sosial FISIP-UT

    80

    84

    90

    70

    90

    87

    81

    74

    91

    97

    88

    73

    92

    88

    85

    88

    72

    79

    75

    66

    65

    90

    89

    63

    83

    90

    86

    68

    87

    73

    92

    93

    63

    68

    70

    85

    89

    78

    84

    70

    Soal:
    Lakukan penyederhanaan terhadap data kuantitatif di atas dengan cara (1) menentukan banyaknya kelas dan (2) menentukan interval kelas yang akan digunakan.

  44. aldy Oktober 8, 2012 pukul 6:26 am

    gimana kalo disoal yang saya punya
    interval profitabilitas jumlah perusahaan
    16-18 12
    18-20 36
    20-22 14
    22-24 8
    24-26 4
    26-28 1

    bagaimana cara mencari frekuensinya ?

  45. zaky Oktober 9, 2012 pukul 8:33 pm

    bagaimana cara membuat diagram batang sama diagram pie dri data2 di atas?

  46. Daniel Victor Saragi Sidabalok Oktober 10, 2012 pukul 9:00 am

    pak buatkan contoh 1 soal yang banyak datanya 100 pak
    tolong ya pak

  47. haura Oktober 15, 2012 pukul 4:00 pm

    Mohon dibantu
    Diketahui ada 5 kelas, dan nilai distribusi frekwensi sbb :
    Nilai Frek
    40 1
    50 2
    60 4
    70 6
    80 7
    90 8
    100 8
    110 8
    120 7
    130 6
    140 4
    150 2
    160 1
    Jumlah 64
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana menentukan rentang interval dari data tsb di atas?
    2. Apakah diperlukan adanya interval terbuka ?

    Terimakasih atas bantuannya

  48. haura Oktober 16, 2012 pukul 8:11 am

    Mohon dibantu
    Diketahui ada 5 kelas, dan mempunyai nilai distribusi frekwensi sbb :
    Nilai Frek
    40 1
    50 2
    60 4
    70 6
    80 7
    90 8
    100 8
    110 8
    120 7
    130 6
    140 4
    150 2
    160 1
    Jumlah 64
    Pertanyaan :
    1. Bagaimana menentukan rentang interval dari data tsb di atas?
    2. Apakah diperlukan dari data tsb, adanya interval terbuka ?

    Terimakasih atas bantuannya

  49. zeny Oktober 27, 2012 pukul 9:30 pm

    pak tolong dibantu yaa…..
    kelas fi(abs) fr(relatif) xi fi.xi log xi fi log xi fi/xi
    31-40 2 2,5 35,5 71 1,550 3,100 0,05
    41-50 3 3,75 45,5 136,5 1,658 4,974 0,06
    51-60 4 5 55,5 222 1,744 6,977 0,07
    61-70 14 17,5 65,5 917 1,816 25,427 0,21
    71-80 24 30 75,5 1812 1,877 45,070 0,31
    81-90 21 26,25 85,5 1795,5 1,931 40,571 0,24
    91-100 12 15 95,5 1146 1,980 23,760 0,12

    jumlah 80 100 458,5 6100 12556 149,879 1,06
    pertanyaan saya pak,, 1. bagimana cara menghitung varians dan simpangan baku dengan menggunakan cara biasa dan cara sandi(cording)? (dengan melihat daftar distribusi frekuensi di atas)
    2. bagaimana cara membuat poligon frekuensi dan histogram dengan melihat daftar distribusi di atas?

  50. singgih November 1, 2012 pukul 12:08 pm

    buat tabel distribusi frenkuensi dengan kelas pertama
    118 – 127
    128 – 137
    138 – 147
    148 – 157
    158 – 167
    168 – 177

  51. hilya Desember 5, 2012 pukul 10:13 pm

    masih belum mengerti tentang distribusi sebaran data, saya baru belajar materi tsb, msh semester awal..

  52. ireni Januari 4, 2013 pukul 7:26 am

    thanks a lot Pak…

  53. Ahmad Hafizin Maret 10, 2013 pukul 4:33 pm

    Numpang tanya, mungkinkah menggambar histogram hanya bermodalkan median, modus dan mean saja?

  54. Lili April 2, 2013 pukul 6:01 am

    pak, saya mau nanya klo analisa data untuk lembar obsrvasi itu sebaiknya gmn?
    saya bimbingan ma dsen, suruh make jemari mardapi..
    tp saya masih bingung..trimaksih

  55. kezia Mei 12, 2013 pukul 10:56 pm

    boleh minta emailnya?? untuk tanya2 tentang statistik. terima kasih =)

  56. itno Mei 21, 2013 pukul 12:22 pm

    permisi pak,apa bener rumus dalam menentukan,RENTANG DATA,”(data tertinggi)-(data terendah)+(1)” contohnya sperti ini pak rentang data “(93-13)+1=80+1=81″ bener nggak tu pak atau nggak pake +1??

  57. Veddy VaiderCristiowara Juni 28, 2013 pukul 3:07 am

    Slamat malam pak,…dan salam sejahtera..
    pak saya minta tolong untuk menjawab pertanyaan soal ini…
    Namun sebelum nya…..sekian banyak trima kasih
    Data nilai statistika
    72 60 56 40 40 64 64
    44 52 52 56 56 52 56
    56 56 44 72 68 64 60
    28 44 60 40 52 52 72
    44 60 64 52 56 56 60
    64 60 36 52 44 41 43

    pertanyaan nya :
    1.Buatlah tabel distribusi frekuensi untuk data diatas dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan.
    2,Kemudian hitunglah : mean, median, modus, Kuartil (K1, K2 & K3), Variansi dan standart devi

  58. mpik Agustus 6, 2013 pukul 10:02 pm

    slmat malam pak…
    saya mau bertanya..
    jika A=5,B=0,c=3 dik data sbb,
    3A+3 4C+5 2C+3 2A+4 3B+1 4A+2 2A+4 3B+1
    2B+A 2C+3 5A+1 4B+4 3A+5 4B+6 7A+5 5C+9
    6A+6 7C+5 8B+2 9C+1 7B+2 8A+1 9A+6 8C+4
    7C+5 8A+9 5B+5 7C+7 5A+3 9B+3 8C+6 7A+4
    9C+4 2C+3 9B+8 7A+5 8A+6 4C+6 6B+4 4B+6
    dit:
    – tabel distribusi frekuensi dgn aturan sturges
    – mean median dan modus
    – desil 6 dan desil 1
    – persentil 44 dan persentil 78

    mohon bantuannya pak..!!
    trims

  59. Ratzman III Agustus 31, 2013 pukul 4:37 am

    Terima kasih, dan cukup membantu saya dalam menerangkan materi ini dalam kelas, Derist Touriano

  60. Mulki Fatahillah September 2, 2013 pukul 12:05 pm

    permisi pak, saya ingin bertanya, bagaimana cara menentukan selang kepercayaan atau interval kepercayaan antara 95 % atau 100 %? serta alasan pemilihan nya pak?
    mohon bantuan nya pak. terima kasih

  61. eney September 7, 2013 pukul 2:21 pm

    Wuih membantu saya dalam belajar MTK. Materi kelas XI SMA semester satu nih thankyou!

  62. Renita Nihayati Itoe Akoe September 16, 2013 pukul 9:17 pm

    Mohon bantuannya pak, bagaimana cara membuat tabel distribusi frekuensi untuk data IP semester??? apakah menggunakan norma umum penilaian IPK atau harus dibuat seperti layaknya membuat TDF?

    Ditunggu sangat balasannya, terima kasih sebelumnya

  63. aulias sufi Oktober 7, 2013 pukul 12:37 am

    infonya bagus bgd gan gampang bgd ternyata statistik , biarpun gue masih sd kls 6 gue langsung bisa

  64. Meila Andriani Oktober 10, 2013 pukul 11:38 am

    gmn sh cra mncri hsil frkuensinya, bngung bgt, tlong bntu y

  65. arda Oktober 12, 2013 pukul 8:25 am

    permisi, mohon bantuanya pak, urgent skali. saya punya skala dr 1-5 dan 25 deskriptor. jadi nilai terendah 25, nilai tertinggi 125. bagaimana cara membuat jarak interval antara kelopok 1 sampai kelompok 5. terimakasih mohon bantuannya. pleaseeeeeeeeeeeeeeee

  66. ellsa November 22, 2013 pukul 12:33 pm

    maaf pa saya mau minta bantuan nya,saya mau menayakan tentang range.suatu penelitian menganmbil sampel dengan banyak anggota 100.range data sampeltesebut 80.data tersebut akandisajikan dalam tabel distribusi frekeunsi nilai kelompok dengan bantuan aturan strugess panjang interval kelasnya.terimaa kasihh

    di tunggu balesan nta segera pak

  67. wawan November 30, 2013 pukul 12:12 am

    mohon maaf sblumnya pak, saya mau bertanya. untuk mentukan interva pada sebuah tabel distrubsi frekuensi jika jumlah kelasnya ada 7 dan range yang x.nya 12 ! saya bingung untuk menetukan bilai batas bawahn data tersebut 18!

  68. jimbo April 1, 2014 pukul 1:09 pm

    58 48 22 49 78 59 27 41 68 5434 80 68 42 73 51 76 45 32 5363 32 64 47
    58 48 22 49 78 59 27 41 68 54
    34 80 68 42 73 51 76 45 32 53
    63 32 64 47 76 58 75 60 35 57
    73 38 30 44 54 57 72 67 51 86
    25 37 69 71 52 25 47 63 59 64
    nilai ujian statistika 50 mahasiswa FEUI Tahun 2013 , hitunglah frekuensi , bantu saya bang , please saya kurang paham , terima kasih semoga mendapatkan pahala yg berlimpah , amiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 191 pengikut lainnya.