Smart Statistik

Seputar Satistik dan Perancangan Percobaan

Variabel dan Data

Variabel berasal dari kata “vary” dan “able” yang berarti “berubah” dan “dapat”. Jadi, secara harfiah variabel berarti dapat berubah, sehingga setiap variabel dapat diberi nilai dan nilai itu berubah-ubah. Nilai tersebut bisa kuntitatif (terukur dan atau terhitung, dapat dinyatakan dengan angka) juga bisa kualitatif (jumlah dan derajat atributnya yang dinyatakan dengan nilai mutu).
Variabel merupakan element penting dalam masalah penelitian. Dalam statistik, variabel didefinisikan sebagai konsep, kualitas, karakteristik, atribut, atau sifat-sifat dari suatu objek (orang, benda, tempat, dll) yang nilainya berbeda-beda antara satu objek dengan objek lainnya dan sudah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Karakteristik adalah ciri tertentu pada obyek yang kita teliti, yang dapat membedakan objek tersebut dari objek lainnya, sedangkan objek yang karakteristiknya sedang kita amati dinamakan satuan pengamatan dan angka atau ketegori (nilai mutu) tertentu dari suatu objek yang kita amati dinamakan variate (nilai). Kumpulan nilai yang diperoleh dari hasil pengukuran atau penghitungan suatu variabel dinamakan dengan data.

Karakteristik yang dimiliki suatu pengamatan keadaannya berbeda-beda (berubah-ubah) atau memiliki gejala yang bervariasi dari satu satuan pengamatan ke satu satuan pengamatan lainnya, atau, untuk satuan pengamatan yang sama, karakteristiknya berubah menurut waktu atau tempat. Apabila karakteristik setiap satuan pengamatan semuanya sama, tidak beragam, maka bukan lagi merupakan variabel, melainkan konstanta.

Contoh:

Apabila Anda sedang mempelajari sekelompok anak-anak, anak-anak di sana baru sebuah konsep, bukan variabel.  Apabila Anda tertarik untuk mengukur tinggi badannya, berat, usia, menentukan jenis kelamin, dan sebagainya,  berarti Anda sudah berbicara tentang variabel, karena nilainya bisa beragam dari anak ke anak. Untuk kepentingan penelitian, sebuah konsep bisa diubah menjadi satu atau beberapa variabel.

Misalnya saja tentang konsep anak-anak tadi, di antara sekian karakteristik yang bisa diukur, Anda lebih tertarik untuk menimbang beratnya, maka:

  • Konsep: adalah properti/karakteristik dari Anak-anak
  • Karakteristik: karakteristik yang sedang Anda amati adalah berat anak.
  • Variabel: karena berat setiap anak bisa bervariasi, maka berat merupakan variabel.
  • Satuan pengamatan: satuan pengamatannya adalah masing-masing Anak (setiap individu), dan
  • Nilai (variate/data): berat yang terukur dari setiap anak dinamakan variate (nilai).

Contoh kasus lain misalnya, jika Anda sedang mempelajari sekelompok tanaman tomat (konsep), variabel-variabel berikut mungkin menjadi pertimbangan Anda: tinggi, lebar, jumlah daun, dan jumlah buah, dan berat tomat.   Contoh variabel lainnya adalah warna mata, IQ, tingkat pendidikan, status sosial, metode mengajar, jenis pupuk, jenis varietas, jenis obat, semuanya adalah variabel karena karakteristiknya berbeda-beda.

Karakteristik dari suatu variabel harus beragam atau berubah-ubah. Sebaliknya, jika karakteristik semuanya sama, maka satuan pengamatan tersebut bukan lagi variabel, melainkan konstanta. Konstanta adalah angka tertentu yang nilainya selalu tetap pada semua kondisi, misalnya kecepatan cahaya, gaya gravitasi, dsb. Namun demikian, suatu variabel bisa saja menjadi konstanta apabila nilainya di buat sama. Misalnya, jenis kelamin adalah variabel, namun apabila satuan pengamatan yang kita amati hanya dibatasi pada jenis kelamin perempuan saja, maka jenis kelamin berubah menjadi konstanta, karena nilainya sama pada semua kondisi.

Definisi Operasional

Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi atau petunjuk kepada kita tentang bagaimana caranya mengukur suatu variabel.  Informasi ilmiah yang dijelaskan dalam definisi operasional sangat membantu peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang sama, karena berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan demikian, ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.

Konsep-konsep yang sudah diterjemahkan menjadi satuan yang sudah kita anggap lebih operasional (variabel dan konstruk), biasanya belum sepenuhnya siap untuk diukur. Karena variabel dan konstruk tersebut memiliki alternatif dimensi yang bisa diukur dengan cara berlainan. Contoh tentang variabel usia/umur. Cara pengukuran variabel tersebut bisa saja berbeda, pertama mungkin Anda mengukur usianya langsung secara numerik, misalnya 4, 12.5, 18, 31 tahun dst, atau bisa saja Anda mengukur berdasarkan kategori, misalnya Balita (0-5 th), Anak-anak (5 – 14), Remaja (14 – 24), Dewasa (25 – 54), Tua (55-64), dan Lansia (>65) tahun.

Pembagian Variabel

Variabel bisa dibagi berdasarkan: Perananan, cara pengukuran, dan bisa tidaknya diukur secara langsung.

Berdasarkan Fungsi/Peranannya dalam penelitian

Dalam penelitian kuantitatif, variabel yang telah didefinisikan secara operasional, biasanya dibagi menjadi variabel bebas (independent: aktif atau atribut), variabel terikat (dependent), dan variabel asing/ekstra/tambahan (extraneous) yang bukan merupakan subjek dari penelitian yang sedang dipelajari dan berada di luar pengamatan/kajian utama penelitian.  Pemahaman tentang variabel extraneous ini sangat penting, karena variabel ini bisa saja bersaing dengan variabel independent dan bisa mengacaukan/membingungkan dalam menjelaskan pola hubungan antara variabel independent dan variabel dependent. Oleh karena itu, dalam menentukan hubungan sebab akibat, kita seharusnya mengidentifikasi ada tidaknya variabel extraneous yang terbukti dapat mempengaruhi variabel dependent.  Apabila ada, maka variabel ekstraneous tersebut disebut dengan variabel confounding. Variabel Confounding sebaiknya di kontrol atau dimasukkan ke dalam model.  Apabila tidak, kita tidak akan yakin bahwa perubahan variabel dependent tersebut hanya disebabkan oleh variabel independent saja.

Untuk memahami variabel-variabel dalam penelitian, perhatikan contoh kasus berikut:

Apabila kita ingin melihat pengaruh pemberian dosis pupuk yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman, maka:

Variabel Dependent => Pertumbuhan tanaman
Variabel Independent => Dosis Pupuk
Variabel Extraneous => Varietas/Kultivar
Jenis Pupuk
Tingkat Kesuburan Tanah
Jenis Tanah
Ukuran Petak/Pot
Penyinaran Matahari
Temperatur
Kelembaban
Kandungan Air Tanah
Serangan Hama/Penyakit
dsb..

Variabel Independent (IV).

Variable independent adalah variabel yang merupakan penyebab atau yang mempengaruhi variabel dependent (DV) atau yang menyebabkan terjadinya variasi bagi variabel dependent (DV). Apabila variabel IV berubah, maka variabel DV juga akan berubah. Variable independent merupakan variable yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, variabel independent disebut juga sebagai peubah bebas dan sering juga disebut dengan variable bebas, stimulus, faktor, treatment, predictor, input, atau antecedent.

Sebagai Contoh:

Pengaruh metode mengajar terhadap Prestasi siswa. =>Variabel independent adalah Metode Mengajar.

Pengaruh Pupuk Organik terhadap hasil tanaman tomat. =>Variabel independent adalah Pupuk Organik.

Metode mengajar dan pupuk organik bisa dimanipulasi atau ditentukan oleh peneliti. Tidak semua variabel independent bisa dimanipulasi, misalnya attribute yang sudah melekat pada suatu objek. Contohnya: Jenis Kelamin, Usia, Kemiringan lereng, ketinggian tempat, dsb.

Variabel Dependent (DV).

Variable dependent merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel independent.  Variabel dependent, dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai peubah tak bebas, variabel terikat, tergantung, respons, variabel output, criteria, atau konsekuen.

Variabel ini merupakan fokus utama dari penelitian.  Variabel inilah yang nilainya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh dari variabel independent.  Nilainya bisa beragam dan tergantung pada besarnya perubahan variabel independent.  Artinya, setiap terjadi perubahan (penambahan/pengurangan) sekian kali satuan variabel independen, diharapkan akan menyebakan variabel dependen berubah (naik/turun) sekian satuan juga. Secara matematis, hubungan tersebut mungkin bisa digambarkan dalam bentuk persamaan Y = a + bX. Misalnya, Y = Hasil (ton) dan X = pupuk Urea (kg), maka setiap pupuk urea dinaikkan/atau diturunkan sebesar b (kg), maka hasil naik/turun sebesar b (ton) dan apabila tidak di berikan pupuk (b=0), maka hasilnya adalah sebesar a (ton).   Pola hubungan antara kedua variabel tersebut bisanya di kaji dalam penelitian asosiasi atau prediksi, biasanya diuji dengan menggunakan Analisis Regresi.  Berbeda dengan contoh pengaruh metode mengajar terhadap keberhasilan siswa, skala pengukuran variabel independentnya bukan merupakan variabel interval atau rasio, sehingga untuk melihat pengaruh dari variabel independet terhadap variabel dependent lebih tepat dengan menggunakan Analisis Varians (ANOVA).  Dengan Anova tersebut kita bisa menentukan ada tidaknya perbedaan diantara metode mengajar, dan apabila ada, kita bisa menentukan metode mengajar yang lebih baik atau terbaik.

Varibel Moderator

Variabel moderator merupakan variabel khusus dari variabel independent. Dalam analisis hubungan yang menggunakan minimal dua variabel, yakni satu variabel dependen dan satu atau beberapa variabel independen, adakalanya hubungan di antara kedua variabel tersebut dipengaruhi oleh variabel ketiga, yaitu faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model statistik yang kita gunakan. Variabel tersebut dinamakan dengan variabel moderator. Variabel moderator ini adalah variabel lain yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antar variabel independen (bebas) dan variabel dependen (tak bebas). Dalam Analisis Varians (Anova), pengaruh dari variabel moderator ini bisa direfresentasikan sebagai pengaruh interaksi antara variabel independent (faktor) utama dengan variabel moderator (Baron and Kenny, 1986: p. 1174). Variabel ini bisa diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah keberadaannya akan mempengaruhi hubungan antara variable bebas dan variabel terikat. Secara skematis, hubungan di antara ketiga variabel tersebut bisa diilustrasikan seperti pada gambar berikut:

Contoh kasus 1:

Perhatikan, sebuah penelitian untuk melihat perbedaan diantara dua metode mengajar statistika, misal Metoda A dan Metode B. Jika siswa laki-laki lebih baik dengan Metode A, sedangkan siswa perempuan lebih baik dengan Metode B, maka jenis kelamin merupakan variabel mederator.

Contoh Kasus 2:

Misalnya pengaruh pupuk anorganik terhadap hasil tanaman padi. Hasil analisis menunjukkan tidak ada pengaruh penggunaan pupuk anorganik terhadap hasil padi, padahal secara teoritis harusnya terjadi perbedaan. Mengapa demikian?? Setelah diselidiki, ternyata ada variabel lain (misalnya varietas) yang tidak dimasukkan ke dalam model ataupun tidak dikontrol (diseragamkan), sehingga ikut mempengaruhi keragaman hasil padi. Variabel tersebut adalah variabel moderator, yang seharusnya dimasukkan juga ke dalam model. Hal ini misalnya ditunjukkan dengan adanya perbedaan respon di antara varietas padi. Varietas unggulan lebih responsif terhadap pupuk anorganik, sedangkan varietas lokal tidak terlalu responsif bahkan cenderung hasilnya cenderung menurun.

Contoh kasus 3:

Pengaruh Pelatihan terhadap Prestasi kerja.

Misalnya pelatihan yang diikuti staf administrasi suatu perguruan tinggi dengan harapan bisa meningkatkan ketrampilan dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi. Seluruh karyawan yang diikutsertakan memiliki jenjang pendidikan yang sama, D3. Setelah pelatihan selesai kemudian dilakukan tes ketrampilan. Setelah diamati, ternyata kemampuan karyawan yang berasal dari D3 Manajemen, memiliki ketrampilan yang lebih baik dibandingkan dengan karyawan yang berasal D3 Pertanian. Jelas disini bahwa adanya perbedaan tersebut dikarenakan adanya perbedaan kemampuan dalam menyerap materi yang disampaikan ketika melaksanakan pelatihan. Karyawan D3 manajemen lebih antusias dalam mengikuti Pelatihan dibandingkan dengan D3 Pertanian karena mereka relatif lebih mudah dalam memahami materi (sesuai dengan bidangnya). Pada contoh kasus tersebut pelatihan adalah variabel independen, prestasi kerja adalah variabel dependen, dan latar belakang pendidikan adalah variabel moderator.

Dari ketiga contoh kasus tersebut, bisa disimpulkan bahwa variabel moderator berpengaruh nyata (memiliki kontribusi yang signifikan) terhadap kemampuan variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen.

Variabel Intervening/mediator.

Variabel independent dan moderator merupakan variable-variabel kongkrit. Variable tersebut dapat dimanipulasi oleh peneliti dan pengaruhnya dapat dilihat atau diobservasi. Lain halnya dengan variable intervening, variable tersebut bersifat hipotetikal artinya secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara variabel independent dan dependent yang sedang diteliti.

Penelitian yang melibatkan variabel intervening (mediator/mediating/mediasi/pengganggu) sangat umum dalam bidang sosiologi dan psikologi, seperti ilmu-ilmu perilaku dan penelitian non eksperimental lainnya. Untuk peneliti di bidang eksakta (terutama dalam penelitian eksperimental), mungkin tidak terlalu banyak yang mengenal atau melibatkan variabel ini, karena bersifat abstrak dan tidak bisa diukur (misterius, jangan dianggap serius.. :-)). Lihat saja pernyataan Tuckman (1988) berikut ini:

… an intervening variable is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but cannot be seen, measure, or manipulate…”.

Banyak siswa, saya, bahkan sebagian peneliti yang masih kesulitan dalam membedakan antara variabel moderator dengan variabel pengganggu yang satu ini, intervening (mediator) maksudnya :-).

Variable intervening didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara Variabel independent dengan Variabel dependent, tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel independent dan atau variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti (Tuckman, 1988).
Variabel ini merupakan variabel antara (penyela) yang terletak diantara Variabel independent dan Variabel dependent. Variabel ini bisa digunakan dalam menjelaskan proses hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent, misalnya X → T → Y, dimana T adalah variabel intervening yang digunakan untuk menjelaskan pola hubungan antara IV dan DV.  Terminologi terakhir, yaitu sebagai variabel antara, konsiten dengan metodologi dan definisi dalam Analisis Struktural Equation Modelling (SEM).  Misalnya, X adalah usia dan Y adalah kemampuan membaca, hubungan sebab akibat antara X dan Y bisa dijelaskan oleh variabel Intervening T, misalnya Pendidikan. Dengan demikian, Usia (X) tidak secara langsung mempengaruhi kemampuan membaca (Y), tapi terlebih dahulu melalui variabel intervening, pendidikan (T), atau dengan kata lain, X mempengaruhi T dan selanjutnya T mempengaruhi Y.

Contoh:

Tingkat pendidikan → jenis pekerjaan → tingkat penghasilan

Metode mengajar → motivasi belajar → Prestasi siswa

Teknologi baru → budaya → Respon masyarakat

Usia → Pengalaman mengendarai → kelihaian mengendarai sepeda motor (Valentinno Rossi, misalnya, :-))

Contoh di bidang pertanian:

Pengaruh pemberian pupuk anorganik terhadap hasil padi. Misalnya saja, varietas sudah dimasukkan ke dalam model atau varietasnya dibuat sama (varietas unggulan), tetapi hasinya tetap saja tidak signifikan. Mengapa?? Setelah diteliti secara seksama, ternyata tanaman padi yang di beri pupuk tersebut misalnya menjadi rentan terhadap serangan penyakit/hama sehingga sebagian besar lahan terkena serangan hama/penyakit, akibatnya hasil padi tidak meningkat.  Variabel Intervening adalah Serangan Penyakit/Hama.

Hubungan ke-4 Variabel:

Tambahan:

Terdapat beberapa literatur yang mengatakan ada variabel lain selain variabel yang sudah disebutkan di atas, yaitu Variabel Kontrol. Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent tidak dikacaukan oleh pengaruh faktor lain yang tidak kita diamati. Dengan kata lain, variabel lain yang dapat mempengaruhi hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent, berusaha dihilangkan atau di netralkan atau di kontrol atau diseragamkan!  Dengan demikian, diharapkan variabel yang memberi keragaman terhadap variabel dependent hanyalah variabel independent yang ingin dipelajari pengaruhnya, yang dikenal dengan perlakuan atau treatment!

Paradok:

Variabel kontrol adalah variabel yang dibuat konstan sehingga tidak bervariasi atau seragam.. ” – vs – “suatu objek bisa dikatakan variabel apabila nilainya beragam, apabila tidak, tidak lagi dinamakan variabel tapi konstanta

Berarti??!! Bingung kan?? variabel kontrol apa konstanta??

Menurut saya, mungkin lebih tepat apabila variabel kontrol ini menggunakan istilah variabel yang di kontrol (Controlled Variable).


Berdasarkan cara pengukuran

  • Kuantitatif (diskrit/kontinyu)
    • Rasio
    • Interval
  • Kualitatif
    • Ordinal à ada tingkatan
    • Nominal à tidak ada tingkatan

Berdasarkan bisa/tidaknya diukur secara langsung

  • Variabel teramati (observed variable)
    • Dapat langsung diamati/diukur
    • Contoh: umur, jenis kelamin, berat badan
  • Variabel laten (latent variable)
    • Tidak dapat langsung diamati/diukur
    • Contoh: kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, kesehatan
    • Umumnya diukur dengan menggunakan indikator yang berupa variabel teramati, biasanya lebih dari dua variabel indikator.

Reff/Link:

Statistical Mediation

Mediation

Moderator

GORDON MARSHALL. “intervening variable.” A Dictionary of Sociology. 1998. Encyclopedia.com. 23 Feb. 2010 <http://www.encyclopedia.com&gt;.

Tuckman, B. W. (1988). Conducting educational research . (3rd ed.) New York: Harcourt Brace Jovanovich.

About these ads

27 responses to “Variabel dan Data

  1. ridwan arifin April 30, 2010 pukul 7:16 pm

    thnx yaa infonya….^_^

  2. edo prasetyo Juli 4, 2010 pukul 5:08 pm

    saya mau nanya mas..
    ini saya lagi skripsian dan gak terlalu ngerti ma statistik..
    saya dikasi 3 hipotesis.. yang pertama kedua saya ngerti tapi yang ketiga pusing..
    hipotesisnya seperti ini:
    pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan dan nilai pasar
    variabel dependen kinerja keuangan dan nilai pasar sedangkan variabel independennya intellectual capital.. bagaimana kita membuat persamaan regresi dan mengolahnya..
    mohon bantuannya.

  3. astri Juli 22, 2010 pukul 10:17 pm

    hallo ,mas….saya astri….
    saya mau nanya soal variabel moderating……
    saya skarang lg nyusun skripsi judulnya “pengaruh kecerdasan emosional dan kepercayaan diri pada tingkat pemahaman akuntansi,penelitian terdahulunya pengaruh kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderating…..
    kira2 alasannya kepercayaan diri vriabel moderating aku ubah jd variabel bebas ya?? tolong di bantu ya…….

  4. iqbal Oktober 29, 2010 pukul 7:57 am

    terima kasih atas infonya,,,
    apa boleh mengajukan pertanyaan???

  5. smartstat Oktober 29, 2010 pukul 10:43 am

    @edo Preasetyo:
    Sebelumnya maaf bru di balas. Untuk menentukan tools analysis yang tepat, sebelumnya kita harus tahu dulu skala pengukuran variabelnya, nominal, ordinal, interval atau rasio?
    Bagaimana skala pengukuran untuk variabel Intellectual capital?
    Bagaimana skala pengukuran untuk variabel kinerja keuangan dan nilai pasar?
    Persamaan Regresi hanya bisa dilakukan apabila Skala pengukuran untuk Variabel dependent-nya (Var Y) interval atau rasio. Apabila skala variabel Dependent-nya kategori (nominal/ordinal) lebih tepat menggunakan Analysis Diskriminan atau Logistic regression dan probit regression.

    @Astri:
    “kira2 alasannya kepercayaan diri vriabel moderating aku ubah jd variabel bebas ya?? tolong di bantu ya……” => saya masih kurang mengerti, apakah itu pertanyaan kira2 alasannya kenapa kepercayaan diri di ubah jd var bebas ataukah pernyataan bhw kepeercayaan diri sbg var bebas?
    Dalam Analisis, sebenarnya baik variabel independent utama ataupun variabel moderating diperlakukan sama sebagai variabel bebas (Var X). Dengan demikian, baik kecerdasan emosial ataupun kepercayaan diri sama-sama statusnya sebagai variabel bebas.
    Hemmm, btw apakah kepercayaan diri tidak dianggap sebagai variabel antara (Mediator/Intervening)??

    @Iqbal:
    Boleh saja Mas.. Kalau mampu mungkin saya bisa bantu, kalau tidak.., ya kita tunggu tanggapan dari pakar statistik, siapa tau ada yang nyasar kesini :-)

  6. Erika Setyadi Desember 9, 2010 pukul 1:56 am

    ada daftar pustakanya ga??
    atau refferensnya dari mana??

  7. suwadi ap Januari 8, 2011 pukul 9:46 am

    mohon bantuan:
    skrg saya lg menyusun tesis, dan dosen menanyakan
    1. apa saja perbedaan antara antara variable moderating dan intervening?
    2. kondisi apa saja/syarat2 moderating?
    3. bagaimana cara mengujinya (moderating)?

    bila tidak keberatan, mhn jawbn via email sapahlevi@yahoo.com
    atas bantuannya saya sampaikan matur suwun sanget

    suwadi

    • Smartstat Januari 11, 2011 pukul 12:02 am

      maaf baru di balas, lg sibuk ngompilasi nilai :-)
      Ya itulah, saya juga bingung tuk membedakannya, he2..
      Definisi mungkin sudah jelas, bisa di baca ulang postingan di atas.

      Moderator: Identik dengan variabel independen (bebas) hanya saja biasanya bukan merupakan fokus kajian kita, tp secara langsung ikut juga dalam mempengaruhi keragaman hasil (respons) yang kita amati.

      Mediator: Dalam bidang non eksakta, jelas tidak bisa di ukur secara langsung. Pengaruhnya hanya bisa disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel independent dan atau variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti (Tuckman, 1988). Dalam bidang eksakta (kadang bidang sosial juga), biasanya menjadi varibel antara (dalam SEM/Path Analysis) atau terkadang dikenal juga dengan variabel endogen (dia bisa dipengaruhi dan mempengaruhi),
      eg: Tingkat pendidikan → jenis pekerjaan → tingkat penghasilan. Jenis pekerjaan dipengaruhi tingkat pendidikan dan selanjutnya jenis pekerjaan akan mempengaruhi/menentukan tingkat penghasilan.

      Cara menguji variabel Moderator? Dalam analisis diperlakukan sama sebagai variabel independen (bebas).

      Contoh dalam bidang eksakta:
      Pengujian Pupuk terhadap hasil.
      Pada pengujian tersebut, tingkat kesuburan tanah sebenarnya akan mempengaruhi keragaman hasil juga bukan? Padahal yang menjadi fokus kajian kita adalah jenis pupuk!
      Pupuk sbg variabel independen, keragaman tanah (biasanya dikelompokkan sesuai dengan tingkat kesuburan, sehingga pada kelompok/grup yang sama kesuburannya sama) di kenal dengan kelompok yang sebenarnya merupakan variabel moderator dan hasil adalah variabel independen (respons). Rancangan percobaannya biasanya di kenal dengan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal! (padahal ada dua variabel yang mempengaruhinya bukan? Pupuk dan Keragaman Kesuburan Tanah/Kelompok).
      Perhatikan format tabel sidik ragam (ANOVA) nya
      ——————
      Suber Ragam
      ——————
      Kelompok
      Pupuk
      Galat
      —————–
      Total

      Seolah-olah ada dua faktor kan? Kelompok dan Pupuk (bukan faktor tunggal, pupuk saja!!)

      Hemm…., mudah2an penjelasan tidak semakin memusingkan Mas Suwadi :-)

  8. Mamen Ziggy Maret 6, 2011 pukul 10:58 am

    saya ingin menanyakan kepada anda, misalnya dengan judul “Analisis Perbandingan Antara Social Community dan Words of Mouth sebagai referensi pembelian sepeda motor merek Honda atau Yamaha di Jakarta dengan media intervening Motivasi membeli sepeda motor” itu bisa tidak?dan mengolah variabel intervening dengan uji apa?thanks

  9. Sihon yuntina samosir April 9, 2011 pukul 4:43 pm

    Ass,,…Tlg bnt sya,…Ne ada tgs..:Cari sebuah masalah dan tentukan variabelny.??Tlg sya y…,,Tq

  10. trie September 18, 2011 pukul 11:24 am

    mas saya mo nanya kalo pertumbuhan anak ayam itu variabel monupulasi, variabel respon dan kontrolnya apa yaaa????

  11. harry November 9, 2011 pukul 2:04 pm

    mas, kalo saya punya penelitian dengan 4 perlakuan, termasuk kontrol dan masing2 perlakuan dibuat 6 ulangan. kemudian pengamatan/pengambilan data saya lakukan sebanyak 10 kali ( setiap hari sekali), sebaiknya menggunakan rancangan acak lengkap atau rancangan acak kelompok lengkap, kemudian bagaimana cara analisis data statistiknya? maturnuwun

  12. galuh November 27, 2011 pukul 2:10 pm

    hallo.. q galuh mahasiswi d3 akuntansi unsri, dapet tugas cari kasus tentang variabel penelitian. awalnya bingung tapi nemuin web ini jadi tau deh.. hehe
    thaks yaaaa…
    GBU :)

  13. soedwiw Maret 30, 2012 pukul 3:08 am

    Tulisan yang sangat berguna

  14. aris Juli 23, 2012 pukul 6:28 am

    mas, bedanya variabel dependen-independen dengan variabel endogen-eksogen apa ya..?

  15. Markus Luahambowo Januari 16, 2013 pukul 2:44 am

    Thank you sob,,,,,,,,nice posting.

    good job Bro………….

  16. desima Maret 8, 2013 pukul 6:29 am

    Selamat pagi mas, mau tanya boleh kan?? Variabel yg digunakan utk pendidikan dasar apa aja ya mas sblmnya tks bnyak ya :)

    • J April 3, 2013 pukul 8:26 pm

      gini mas mau nanya kan penelitian saya tentang hubungan faktor internal petani ( umur , skala interval ) dengan keputusan petani untuk konversi lahan sedangkan variabel faktor eksternalnya berskala ordinal, jadi sAYA bingung analisis datanya menggunakan rumus (non parametrik) apa?? terima kasih sebelumnya

  17. alpin Oktober 10, 2013 pukul 9:43 pm

    mas mau nanya ni.
    kan judul saya pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen yang dimediasi brand equity.
    kira” klu searching di google musti pake’ apa?
    yang terhadap loyalitasnya ato yang dimediasi nya aja???
    saya bingung ni mas
    terima kasih sebelumnya mas

  18. rido engla saputra Januari 13, 2014 pukul 12:36 pm

    maaf mas mau nanya, kalau variabel yang di gunakan untuk model log linier kan variabelnya tidak di bedakan variabel bebas dengan fariabel terikat,, atau di buku saya baca, semuanya variabel respon,.
    variabel respon yang di maksud itu tergolong ke bagian variabel yg mna mas? trimaksih tas bantuannya..

  19. sinta Juni 4, 2014 pukul 2:58 pm

    hai mau tanya nhe mas,,,,,soalnya lgi nyusun tpi bigung mau olah data nya soalnya ad perbedaan satuan dri variavel independennya. gmna ya mas biar gampang n gak terlallu ribet soalny sya bgungkn di variabel independen sya ad 3 perpedanaa satuannya yang pertama untuk ngukur jenis usaha, ukuran perusaan dan rasio profitabilitas nya,,,,,supaya bisa data dimasukan crannya gmna ya……. mksh mas bantuannya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 194 pengikut lainnya.